Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA SUKALELA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA SUKALELA. Tampilkan semua postingan

Seringkali Manggung, Kewajiban Sebagai Kades Tetap Nomer Satu


Kepala desa Sukarela Subanin suka dengan lagu beraliran dangdut. Tak hanya menjadi pendengar, Subanin dikenal piawai melantunkan lagu-lagu dangdut.

Menurutnya kegemaran menyanyi sudah ditekuni sejak usia muda. Dunia seni untuk menghibur diri, apalagi pekerjaan sebagai kepala desa dituntut maksimal melayani masyarakat. Sehingga diperlukan adanya hiburan seperti menyanyi.

Ketika menghadiri kegiatan bulan panutan PBB di kantor Pemkab Gresik, Subanin juga tampil bernyanyi menghibur seluruh yang hadir.

Meski demikian perkerjaan tetap dinomorsatukan. "Ada waktu khusus untuk bernyanyi, setelah selesai bertugas di kantor ataupun mengisi acara saat ada kegiatan,"katanya.

Perlu diketahui sejak Subanin memimpin pemerintah desa Sukalela, pembangunan infrastruktur jalan sudah terselesaikan dengan baik.

Hasil pembangunan yang mengutamakan kualitas untuk kenyamanan warganya sudah bisa dinikmati. Prinsipnya membangun desa untuk kemajuan bersama demi kepentingan masyarakat. (bst)

Banjir Buah Mangga, Tak Laku Dijual ke Pasar

Media Bawean, 19 Desember 2014


Musim buah mangga telah tiba di Pulau Bawean, Gresik. Hampir disetiap depan rumah warga terlihat buah mangga bergantungan, termasuk di jalan raya juga bertaburan buah empellem (bahasa Bawean).

Subanin, Kepala Desa Sukalela Tambak, Pulau Bawean, Gresik ditemui Media Bawean (kamis, 18/12/2014), membenarkan adanya musim buah mangga telah membanjiri di wilayahnya.

"Hampir seluruh penduduk mempunyai buah mangga di depan rumahnya, tanpa membeli sudah bisa menikmati buah miliknya sendiri,"katanya.

"Sudah tidak ada gairah untuk makan mangga, sudah keseringan memakannya setiap hari,"paparnya.

Lebih lanjut Subanin menawarkan buah mangga didepan rumahnya, siapa mau membelinya seharga Rp.50ribu untuk buah mangga satu pohon besar, dipersilahkan diambil saja.

Ketika Media Bawean melintasi jalan lingkar Bawean dari Sangkapura ke Tambak terlihat banyak buah mangga bertaburan disepanjang jalan. Tak ada mengambilnya, sehubungan Pulau Bawean sedang banjir buah mangga.

Soal seringnya pemadaman listrik PT. PLN di Pulau Bawean, Subanin mempercayai kalong sebagai penyebabnya. Dikarenakan buah mangga tak diambil di pohon sama pemiliknya, sehingga kalong berpesta pora menikmatinya. Setelahnya makan buah mangga, kalong akan beristirahat di tiang listrik milik PT. PLN. (bst)

Suami Berhasil Kalahkan Isterinya dalam Pilkades di desa Sukalela

Media Bawean, 11 Juni 2013


Pemilihan kepala desa (Pilkades) di desa Sukalela, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik disenggarakan hari ini (selasa, 11/6/2013).

Suami melawan isteri dalam Pilkades di Sukalela telah dimenangkan oleh Subanin (calon nomor urut 1) dengan memperoleh 250 suara, dan Suliyah (nomor urut 2) mendapatkan 52 suara.

Ditemui Media Bawean, Subanin mengatakan sepertinya naik pelaminan untuk kedua kalinya. "Sebagai tanda terima kasih kepada warga, setiap pemilih diberi gula sebagai berkatnya, dan memborong semua jualan warga di arena Pilkades, yaitu makan rujak dan bakso sepuasnya,"katanya. (bst)

Berikut Hasil Penghitungan Suara Pilkades Sukalela
Daftar Pemilih Tetap (DPT) : 363
Calon Nomor 1 (Subanin) : 250 suara 
Calon Nomor 2 (Suliyah) : 52 suara 
Tidak Sah : 4 suara 
Tidak Hadir : 57

Suami Isteri Mencalonkan Kepala Desa, Bersaing Untuk Saling Mangalahkan

Media Bawean, 10 Juni 2013


Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II di Pulau Bawean, serentak akan diselenggarakan besok (selasa, 11/6/2013). Diantara Pilkades yang paling menarik tampilnya suami isteri sebagai calon kepala desa Sukalela, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Berawal dari keinginan Subanin sebagai Kepala Desa Sukalela aktif, untuk mencalonkan kedua kalinya agar tidak berlawanan dengan bumbung kosong, akhirnya Suliyah sebagai isteri diberangkatkan sebagai calon pengimbangnya.

Setelah Suliyah mencalonkan ternyata respon warga desa Sukalela terbelah menjadi 2 pilihan, yaitu memilih Subanin dan Suliyah.

Ditemui Media Bawean (10/6/2013), Subanin merespon dengan jawaban diplomatis, siapapun yang jadi nantinya kita terima. "Suami dan isteri sama saja kok,"katanya.

"Sepertinya warga ada yang memperkuat isteri untuk menang, yach kita terima apapun hasilnya nantinya,"ujarnya.

Menariknya ketika penandatanganan Pakta Integritas di kantor kecamatan Tambak, kedua calon ternyata duduknya berjauhan. Atas permintaan Media Bawean, kedua calon akhirnya duduk bersama dengan didampingi Panitia Pelaksana Pilkades Desa Sukalela.

Suliyah ditanya, bagaimana bila nantinya memenangkan sebagai kepala desa? "Yach kalau bapak yang kalah, pasti saya diatas dan bapak akan ada dibawah,"jawabnya dengan tersenyum.

Informasi dari panitia pelaksana, bahwa besok kedua calon suami isteri ketika keluar dari rumah menuju tempat pemungutan suara di Balai Desa Sukalela, akan diiring seperti layaknya pengantin. (bst)

Suara Kades Sukalela (Subanin) Seputar Kesuksesan Turnamen 2011

Media Bawean, 16 Oktober 2011

Turnamen Sepak Bola Koramil 0817/18 Cup II tahun 2011 di Lapangan Sukalela, sudah selesai kemarin (minggu, 16/10/2011), berikut suara Subanin sebagai Kepala Desa Sukalela dihubungi Media Bawean :

"Alhamdulillah pelaksanaan turnamen sepak bola mulai awal sampai akhir berjalan sukses dan lancar tanpa ada hambatan ataupun kendala apapun,"katanya.

Menurut Subanin, keberhasilan dalam pelaksanaan turnamen di lapangan desa Sukalela, berkat kerjasama semua pihak termasuk panitia pelaksana serta peran serta masyarakat yang mendukung pelaksanaan turnamen.

"Lapangan luas dan strategis tempatnya, sudah dimanfaatkan dalam mengadakan turnamen, harapannya bisa membina prestasi olahraga di Pulau Bawean, termasuk meningkatkan perekonomian warga melalui berjualan, dan lain-lain,"ujarnya.

Membaca kekurangan selama pelaksanaan turnamen, terang Kades Sukalela kepada Media Bawean, yaitu kondisi lapangan belum rata sehingga kedepan akan segera dilakukan perbaikan dengan meratakan tanah agar lapangan yang dimiliki desa Sukalela menjadi pioner di Pulau Bawean. (bst)

Turnamen Sepak Bola Sukalela Ditonton Warga Malaysia

Media Bawean, 21 September 2011


Turnamen Sepak Bola Sukalela Cup 2011 bekerjasama dengan Koramil kecamatan Tambak dalam rangka HUT TNI ke-66 telah digelar di Lapangan Desa Sukalela, selama 39 hari dimulai sejak tanggal 7 September 2011 sampai tanggal 17 Oktober 2011.

Tampil 64 club sepak bola dari berbagai daerah di Pulau Bawean, dengan memperebutkan juara pertama memperoleh uang pembinaan sebesar Rp. 10 juta, juara ke dua mendapatkan Rp. 7 juta, Juara 3 dan 4 masing-masing diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 3 juta.  Total hadiah sebesar Rp. 23juta 39 hari.

Subanin sebagai Kepala Desa Sukalela ditemui Media Bawean (21/9/2011) mengatakan Turnamen Sepak Bola Sukalela Cup tahun 2011 diselenggarankan bekerjasama dengan Koramil kecamatan Tambak, dalam rangka menyambut HUT TNI ke-66.

"Tujuan diadakan turnamen selain membina prestasi olahraga sepak bola di Pulau Bawean, juga mengenalkan lapangan sepak bola ukuran standar international yang dimiliki desa Sukalela,"katanya.

Lapangan dibangun, menurut Subanin adalah hasil bantuan dari keluarga besar desa Sukalela di luar negeri seperti di Malaysia dan lainnya, termasuk dukungan penuh warga desa Sukalela.

Rofiq asal Gombak Malaysia, menyatakan datang ke Pulau Bawean hanya untuk menyaksikan secara langsung turnamen sepak bola di desa Sukalela. "Ternyata sangat meriah dan tidak rugi membantu dalam pembangunan lapangan, hasilnya sudah dinikmati secara langsung oleh warga,"paparnya.

"Hiduplah olahraga di Pulau Bawean, khususnya dari Sukalela untuk memajukan bangsa dan negara,"pesan Rofiq yang mengaku selalu membaca Media Bawean di Malaysia. 

Pertandingan hari ini (21/9/2011) ternyata team tangguh dari Tanjungori dikalahkan oleh team Sungairujing, yaitu adu pinalti setalah bermain imbang 1-1. (bst)

Sukalela Lunas Pajak PBB, Kesadaran Wajib Pajak Tinggi

Media Bawean, 29 Juli 2011


Subanin sebagai kepala desa (Kades) Sukalela termasuk salah satu penerima penghargaan lunas pajak PBB tahun 2011, pada bulan panutan yang dilaksanakan di kantor Bupati Gresik (kamis, 28/7/2011).

Kesuksesan Sukalela sebagai desa yang taat pajak, tidak terlepas usaha keras Subanin sebagai kepala desa bersama aparatnya untuk menyadarkan seluruh warganya sebagai wajib pajak. Tentunya keberhasilan yang diraihnya, berimbang dengan pembangunan pesat di desa Sukalela.

Jalan poros desa (JPD) di Sukalela sudah terlihat mulus, serta pembangunan lainnya sudah berhasil dilaksanakan semasa Subanin menjabat sebagai kepala desa.

Dihubungi Media Bawean (jum'at, 29/7/2011), Subanin menyatakan bersyukur atas prestasi yang diraihnya, didukung semua masyarakat dalam menulasi pajak PBB. "Semoga kedepan prestasi lunas pajak tetap dipertahankan, serta diimbangi perhatian pemerintah dalam pembangunan,"paparnya. (bst)

KMN SQ Bahari -2 Untuk Nelayan Desa Sukalela

Media Bawean, 14 Maret 2011


Kegembiraan warga desa Sukalela, setelah Kapal Motor Nelayan (KMN) SQ Bahari-2 DKP-Gresik 2010 berlabuh di Pantai Bawean bagian barat. KMN berangkat dari Rembang (sabtu, 12/3/2011), sampai di Pulau Bawean hari minggu sore (13/2/2011).

KMN SQ Bahari-2 diserahkan oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto kepada Camat Tambak, pada hari peringatan HUT Pemkab Gresik ke-37 dan HUT Kota Gresik ke-524 di Kantor Pemkab Gresik (jum'at, 11/3/2011).

Subanin sebagai Kepala Desa Sukalela mengucapkan bersyukur atas bantuan pemerintah pusat berupa Kapal Motor Nelayan senilai Rp.775.000.000. 

"Alhamdulillah desa Sukalela mendapat bantuan Peyaluran Dana Pengembangan Usaha Agobisnis Pedesaan (PUAP) untuk kelompok tani Sumber Makmur sebesar Rp.100juta, dan Kapal Motor Nelayan (KMN) SQ Bahari-2 untuk kelompok nelayan Eka Jaya,"katanya.

"Sebelumnya kelompok nelayan menggunakan perahu tradisional, dengan adanya bantuan mereka berubah menjadi kapal sehingga diharapkan bisa memperoleh penghasilan yang lebih besar,"ujarnya.

Menurut Subanin, Fungsi
Kapal Motor Nelayan dimanfaatkan untuk menangkap ikan tongkol dan ikan layang, sedangkan jumlah Kapten dan ABK sebanyak 25 orang.

Mukhtar sebagai Ketua Kelompok Nelayan desa Sukalela bernama Eka Jaya, mengatakan bersyukur permohonannya dikabulkan kepada pemerintah pusat. "Kapal Motor Nelayan (KMN) SQ Bahari-2 sangat bermanfaat untuk nelayan memperoleh hasil tangkapan lebih banyak,"tuturnya.

Camat Tambak, Suropadi menyatakan bersyukur warganya memperoleh bantuan Kapal Motor Nelayan yang bisa dimanfaatkan untuk mencari ikan ke laut. "Ini termasuk percontohan, bila sukses secara otomatis bantuan berikutnya akan diberikan kepada desa-desa lainnya,"paparnya.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dihubungi Media Bawean, mengatakan bantuan Kapal Motor Nelayan (KMN) SQ Bahari kepada nelayan di Pulau Bawean termasuk prioritas utama. 

"Di Gresik dengan banyak kecamatan hanya mendapatkan satu bantuan Kapal Motor Nelayan, sedangkan Pulau Bawean masing-masing kecamatan memperoleh bantuan satu kapal,"terangnya.

"Semoga bantuan Kapal Motor Nelayan (KMN) SQ Bahari bermafaat  untuk meningkatkan perekonomian warga Pulau Bawean,"harapan Bupati Gresik. (bst)

Subanin (Kades Sukalela) Turun Ke Sungai Cari Batu

Media Bawean, 29 Desember 2010


Pemimpin yang baik adalah memberikan contoh kepada masyarakatnya, bukan memerintah melainkan berperan aktif ikut bekerja turun bersama warganya. Sosok Subanin sebagai Kepala Desa Sukalela layak ditiru oleh pemimpin lainnya, tanpa rasa gengsi  langsung turun bekerja bergotong royong untuk membangun jalan lingkungan di desanya.

Ditemui Media Bawean, ketika bergotong royong mengumpulkan batu di sungai, selasa (28/12), Subanin menyatakan dengan tegas bahwa dirinya bukan pemimpin suka memerintah, melainkan melayani yang terbaik kepada warganya. "Apa guna dan fungsi kita sebagai pemimpin masyarakat, bila kenyataannya tidak bisa memberikan contoh terbaik masyarakat,"katanya.

"Jangan memerintah, bila tidak mau diperintah masyarakat. Janganlah jadi pemerintah, bila sekedar bisa memerintah kepada orang lain, tetapi tidak bisa memerintah dirinya sendiri untuk memberikan contoh terbaik kepada yang memilih sebagai pemerintah,"ujarnya.

Pernyataan Subanin terbukti, ketika bergotong royong bersama warga desa Sukalela untuk membangun jalan lingkungan yang bersumberkan ADD sebesar Rp.10juta. Dengan giatnya memilih batu di sungai, kemudian diserahkan kepada yang lain, sehingga dikumpulkan keatas mobil pic up untuk dibawa ke lokasi pembangunan jalan. (bst)

Sukalela Juara I Lomba Kebersihan Lingkungan

Media Bawean, 11 Agustus 2010

Kades Sukalela Bersama Peserta SIMADA IV UPN "Veteran"

Lomba kebersihan lingkungan yang diadakan oleh Panitia Pelaksana SIMADA IV UPN "Veteran" di Pulau Bawean, menetapkan desa Sukalela sebagai juara I se-kecamatan Tambak.

Banin sebagai Kepala Desa Sukalela mengatakan,"ini berkat perjuangan kita bersama, khususnya warga desa Sukalela yang mendukung adanya program jum'at bersih," katanya.

Program jum'ar bersih di desa Sukalela menurut Kades, sudah berjalan sejak lama. "Sehingga kemenangan desa Sukalela adalah hal yang wajar, disebabkan lingkungannya sudah terbiasa bersih, tidak ada kesan dipaksakan dalam menjaga kebersihan di desa," ujarnya.

"Bila ingin membuktikan secara langsung, silahkan datang ke desa Sukalela. Jika melihat tidak bersih, saya sebagai Kepala Desa siap untuk di komplaint,"terangnya Banin ditemui Media Bawean kemarin (10/8). (bst)

JPD Desa Sukalela Berkualitas International

Media Bawean, 21 November 2009

Jalan Poros Desa (JPD) Desa Sukalela Tambak

Saat Media Bawean meliput pencairan dana PKH di desa Sukalela hari ini (21/11), mengajak melihat JPD yang baru selesai dibangun, "Ayo melihat JPD desa Sukalela dengan kualitas internastional," katanya.

Media Bawean langsung meluncur ke lokasi JPD yang selesai dibangun dengan anggaran sebesar Rp.50juta. "Saya membangun tidak main-main, ayo lihat ketebalan dan kualitas pembangunannya, ini kualitas sudah paling bagus," ujarnya sambil menunjuk kearah JPD

Di Desa Sukalela TambakJanda Tua Mendapat Bedah Rumah

Media Bawean, 18 Juni 2009

Kades Sokalela Bersama Saminti (70 Th.)

Kerja Saminti Membuat Sapu Lidi

Saminti janda tua usia 70 tahun merasa sangat beruntung sekali, setelah dirinya mendapatkan bedah rumah di desa Sukalela Tambak.

Menurut Kades Sukalela, Banin kepada Media Bawean hari ini (18/6), mengatakan, "Sebelum mendapat bedah rumah, Saminti tinggal di rumah gedek sangat kecil dan cukup memprihatinkan," katanya.

"Tetapi sekarang Saminti sudah bisa merasakan bertempat tinggal di rumah yang layak melalui bedah rumah," ujarnya

"Kerja Saminti hanya mencari (menyerap : bahasa Bawean) kelapa, membuat sapu lidi dan mencari kayu untuk dijual guna mencukupi kebutuhannya sehari-hari," terang Kades Sukalela. (bst)

Profesi Nyerap Buah Kelapa

Media Bawean, 18 Juni 2009

Sutimah (72 Th.) Warga Desa Sukalela
Bukan hanya Suminti saja yang profesi sehari-harinya untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan menyerap buah kelapa, Sutimah juga termasuk penyirap pohon kelapa. Mereka dengan tekunnya mengumpulkan buah kelapa setiap hari , "Meskipun hargnya sangat murah tapi cukup untuk makan," kata Sutimah. (bst)

Misteri Kematian Warga Sukalela

Media Bawean, 2 Agustus 2008

Kematian Hj. Sawidah (60Th) warga Sukalela 29 Juli 2008, masih mesteri antara motif pembunuhan atau tidak.

Kepala Desa Sukalela, Banin mengatakan, "perhiasan yang hilang diperkirakan 200 gram emas murni. Memang orangnya kaya sebab sudah datang dari haji dan dirumah hanyalah sendirian saja", katanya.


"Tapi kemarin saat didatangi oleh pihak kepolisian pihak keluarga minta supaya langsung dikuburkan kasihan dengan si mayit. Sedangkan untuk diotupsipun pihak keluarga tidak bersedia" ujar Banin


"Kejadiannya jam 12 malam dan diketahui jam 2 siang, sedangkan didalam rumah sendirian saja. Diduga motif pembunuhan didalam rumahnya ada tanda-tandanya orang turun di rumahnya," tambah Banin.


Sedangkan menurut Besuki anggota Polsek Tambak, "Motif kematiannya masih belum jelas, karena tanda-tanda kekerasan tidak ada. Sedangkan soal perhiasan yang hilang, bisa saja Ibu yang meninggal menyimpan di suatu tempat yang belum diketahui oleh siapapun," katanya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean